Monday, November 7, 2011

Allahuakbar!

Aku masih dengan gelisahku. Batinku masih tergetar belum sama sekali tenang. Saat itu entah pukul berapa,seingatku menjelang dzuhur. Sepersekian menit yang tak akan pernah bisa aku lupakan. Aku tak tau bagaimana caranya,yang tahu....Tuhan tentu saja.
Omong-omong tadi itu pukul sepuluh lewat,belum sampai kepada jam sebelas,kupastikan dengan melihat bbm permintaan tolong,kepada kawanku,tadi...
Mungkin pria tampan yang sedari tadi meringis itu heran memperhatikan tingkahku yang seperti orang linglung,Post Traumatic Disorder. Entah mengerti atau tidak,aku tak mau menulis banyak. Aku enggan berbagi. Namun,aku punya satu cerita mengenai sebuah pelajaran di bahu jalan.

Aku adalah apa yang disebut kuat. Aku bangkit. Tak kurasakan apapun,kecuali detak jantung yang melaju kencang tanpa supir. Tak kupikirkan apapun,kecuali Ia...lelaki itu,makhluk tampan itu... Logikanya,aku tak semestinya "seperti ini". Aku melihat semuanya dengan jelas,dalam gerak lambat,namun aku yakin kejadian itu cepat sekali. Berlawanan.
Ada yang Melindungiku, Aku yakin ada,entah aku tak sanggup lagi berambigu. Aku hanya ingin bilang,Allahuakbar.. Allahuakbar..Allahuakbar.
Sebuah pelajaran mengenai kehati-hatian kupetik,pelajaran mengenai sifat kesetiakawanan,mengenai pikiran negatif yang akan membumihanguskan duniamu,ketika kau tak mau berhenti menyuguhkan batinmu tentang semua itu,kemudian Tuhan akan datang menegurmu, dengan cara yang entah tak akan bisa kau bayangkan... Aku mengalaminya.
Aku masih sangat beruntung...
Siang itu,aku bersujud lebih lama,merenung lebih lama.



"Keajaiban datang pada saat yang tak terduga. Ia datang dan menghampirimu untuk kemudian menyadarkanmu,betapa Tuhan tak lebih jauh dari urat nadimu.."

No comments:

Post a Comment