Membawa catatan kecil,teh hangat,dan beberapa potong roti kismis
untuk kemudian duduk di padang bungaku,menunggu keramahan badai yang tak pernah kusebut
sebuah malapetaka..
Menghantarkan bunga yang pasti ikut menari mengikuti alunan musik samar-samar...
aku akan bersenandung,pagi ini...
Kepada Dia yang tak kusebut dahulu namanya..
Dia yang bukan seorang bangsawan
Tidak datang dengan gemerlap mahkota dan deret prajurit..
Dia juga bukan lelaki dengan pedang bermata rubi
Tidak datang dengan kuda putih
Dia memang tak memetik gitar untuk membuat ku tersanjung
Dia tak bersyair
Dia tak menjadi yang tersohor atau yang pandai dalam panggung drama
Dia tak menulis bait puisi
Dia bukan mereka
Bukan lelaki manapun
Namun
Dia adalah melodi terindah dalam buku musikku
Dia adalah bait paling syahdu dalam puisi-puisi ku
Dia adalah lelaki yang selalu datang dengan wangi bunga kenanga
Dia adalah lelaki yang punya cangkang paling indah
Dia adalah pendar bulan yang selalu menerangi malam pekatku
Dia adalah adam yang tak pernah bosan kutunggu
Dia adalah karya indah Tuhan
Melukiskan keindahan surgawi dalam sorot mata tajam
Dia adalah nama yang mungkin terukir dalam Lauhul Mahfudzku
Dia adalah lelaki yang menghentikan derai air mataku
Sebuah pemberian Tuhan yang akan selalu kudekap
Tak kulepas
Dialah lelakiku....
Untukmu yang telah menemaniku dan menjadi mimpi terindahku
untuk kemudian duduk di padang bungaku,menunggu keramahan badai yang tak pernah kusebut
sebuah malapetaka..
Menghantarkan bunga yang pasti ikut menari mengikuti alunan musik samar-samar...
aku akan bersenandung,pagi ini...
Kepada Dia yang tak kusebut dahulu namanya..
Dia yang bukan seorang bangsawan
Tidak datang dengan gemerlap mahkota dan deret prajurit..
Dia juga bukan lelaki dengan pedang bermata rubi
Tidak datang dengan kuda putih
Dia memang tak memetik gitar untuk membuat ku tersanjung
Dia tak bersyair
Dia tak menjadi yang tersohor atau yang pandai dalam panggung drama
Dia tak menulis bait puisi
Dia bukan mereka
Bukan lelaki manapun
Namun
Dia adalah melodi terindah dalam buku musikku
Dia adalah bait paling syahdu dalam puisi-puisi ku
Dia adalah lelaki yang selalu datang dengan wangi bunga kenanga
Dia adalah lelaki yang punya cangkang paling indah
Dia adalah pendar bulan yang selalu menerangi malam pekatku
Dia adalah adam yang tak pernah bosan kutunggu
Dia adalah karya indah Tuhan
Melukiskan keindahan surgawi dalam sorot mata tajam
Dia adalah nama yang mungkin terukir dalam Lauhul Mahfudzku
Dia adalah lelaki yang menghentikan derai air mataku
Sebuah pemberian Tuhan yang akan selalu kudekap
Tak kulepas
Dialah lelakiku....
Untukmu yang telah menemaniku dan menjadi mimpi terindahku
No comments:
Post a Comment