Wednesday, October 8, 2025

Jogjakarta

Aku membaca amarahmu.

Tegas arah matamu, menatap dunia gila yang kian hari kian menyiksa.

Rupa dalam layar, hati lantas bergetar, menulis seperti orang kerasukan setelah setahun lamanya mati rasa.

Perlahan, runtuh tembok baja yang kubangun susah payah.

Tapi, aku tak tahu caranya mendekat tanpa melukai harga diri.

Sakitku karena melepas, tapi jiwaku yang sesak akhirnya bisa bernafas, 

sedikit demi sedikit,

waktu demi waktu.

Namun, aku rindu mengagumimu.

Rindu menebak-nebak jalan pikiranmu.

Sorot mata tajam, tapi teduh dalam waktu bersamaan.

Hilang adalah namamu.

Kini, hening menjadi satu-satunya yang tersisa di antara kita.

Aku biarkan dia menari seraya mencemooh,

dua kepala yang sama kerasnya,

dua hati yang mungkin sama rindunya,

dan rasa yang tertahan dari lidah yang kelu membiru.

Friday, July 12, 2024

Kinandari

Aku menamainya Kinandari.

Kaki kecilnya ringan melenggang. Erat kugenggam tangannya. 

Sepasang bola mata coklat dengan binar sempurna. Merona pipinya.

Senyum itu kukenal. Tawa kecil yang terkenang. 

Oh, Kinandari..

Mula-mula kita berjalan lalu sampai danau, kamu peluk Mama erat-erat.

Sampai awan biru mendadak runtuh dan menjelma jadi langit-langit.

--

Sejenak bersamamu rasanya seperti mimpi. 

Kamu kekal, hidup selamanya dalam cerita.

--

Walau setelah kamu pulang, dunia tidak lagi sama.

Walau bertahan rasanya menyesakkan. 

Walau harus hidup dalam 2 realita, sementara hati tidak pernah berhenti berduka.

Walau banyak waktu Mama yang dipakai untuk merangkai kalimat pamit, berkali-kali.

--

Tapi Tuhan tidak ingkar janji, sampai masanya kita pasti sama-sama lagi :-)

28 Juni 2023 - ∞



Friday, May 19, 2023

catatan saat langit mulai mendung

Dunia berputar, orang-orang sibuk berlari dan detik-detik waktu lancar melaju..

Menyedihkannya, aku masih berdiri mematung di persimpangan. Tak ada yang berubah. Aku benar-benar berhenti, tak bergeming. 

Matamu adalah mantra. Menyihir sekaligus mengutuk.

Mana mungkin aku berdaya? 


Monday, April 3, 2023

Bunga

Apa artinya waktu?

Kelopaknya satu satu gugur. Yang merekah kini layu. Yang sempat tumbuh, patah hilang dan pergi.

Semua menjauh. Tangannya kian bergetar, sekuat tenaga bergantung hanya pada satu tali panjang tanpa ujung. Yang tak pernah kemana-mana. Yang jadi alasan. Dia dan segala kuasaNya.

Mau lekas melepas tapi mana mungkin ikhlas? Mimpinya sejak dahulu masih di dekap begitu erat. Kepalanya tegak menatap langit, mengamati bintang setiap malam hanyalah satu caranya untuk percaya bahwa masih ada terang. 

Tetapi.. kelopaknya yang hidup kini bisa dihitung jari. Hanya satu tali panjang tempatnya bergantung. Tanpa tahu maknanya apa, dia tetap di sana. Bertahan meski jiwanya perlahan mati.

Sunday, December 18, 2022

Cerita Lan & Sitta

Ini cerita tentang harapan tanpa kepastian. Tentang perjalanan panjang yang butuh kesabaran..

Lan & Sitta..

Cinta itu lebih dari cinta. 

Teman itu lebih dari teman. 

Hati itu lebih setia dari apapun. 

Tapi jangan keliru… tak ada kisah yang sempurna dan indah. 

Justru jika mereka jadi satu, satu-satu sinarnya meredup, kebersamaan mungkin lambat laun mematikan rasa, mereka kelak hancur, terpisah dan tak tersisa apa-apa untuk dibawa jadi kenangan..

Maka jaraklah yang membuat mereka semakin rapat.. Ruang hidup yang berbeda. Langkah yang berlawanan. Tapi jika hati mereka sedang rindu, sekejap mata jari mereka bertaut lagi.. 

Waktu terus berjalan, banyak hal berubah tapi perasaan itu tetap sama.. 

Rumah, atau apapun di atas itu. Naik lagi.. Naik lagi.. di tempat yang tak terjamah siapapun.. 

Di situ, di situ tempat mereka bertemu.

Tanpa nama.. yang ada hanya satu sama lain..

Tuesday, October 4, 2022

Selamanya

Nafasnya berat selepas membuka mata.. Lagi dan lagi.. Dipaksa ikut skenario mimpi. Alam bawah sadarnya punya rencana sendiri.

Ternyata.. jika sudah selamanya, pasti selamanya...

Mau ditenggelamkan sekalipun, yang tersisa akan naik ke permukaan karena dibiarkan terlepas tanpa pemberat.

Jika bukan di langit yang ini. Bukan bernaung di bawah semesta yang gila ini, mungkin kapalnya,kapalmu akan melaut ke kemungkinan yang tak tersentuh logika manapun.

Di semesta yang lain, dia selamanya menunggumu.. mencarimu.. tak melepaskanmu lagi.




Sunday, August 14, 2022

Gerbong Terakhir

Aku menulis catatan ini dalam kereta yang  tengah melaju.

Seharian kelana, melepas rindu dengan teman lama…
Ragaku milik mereka. Tapi pikiran dan hati, kau genggam erat, entah di mana..
Di mana? Aku tau di mana.

Hampir saja aku gila, menghampirimu tanpa pikir panjang. Kota ini, punya arti.
Kota ini, punya hati..

Hening masih menari. Tak ada indah-indahnya. Aku justru muak, sakit, hampir tak sadarkan diri.

Ada hilang dalam namamu. Ada rahasia dalam kisahmu. Yang tak ada, hanya kamu.

Kapan, aku kembali? Perjalanan ini tanpa arah dan aku… malah semakin tersesat.

Seribu alasanku untuk semakin mengutuk waktu.

Tapi. Tak akan kubiarkan kisah ini menggantung seperti sebelumnya. Kalau takdir tak sanggup membawanya hingga sampai kesimpulan, Aku yang harus maju memberi titik. Akhir bagi diriku sendiri.

Kabarmu, tak lagi kupendam. Kubiarkan tenggelam bersama semua yang sudah seharusnya.

Dua jiwa rapuh masing-masing Dia yang jaga. Sudah sepatutnya.

Di Gerbong Terakhir ini aku ucapkan perpisahan untuk selamanya..


Ditulis untuk Airin.
Kamu tak lagi tersesat.