Kepada ruh adam yang kuibaratkan dalam sebuah pendar.
Nama yang berselimut pendar biru.
Kepada ruh adam yang saat ini tak segan menggoda Adinda dalam masa penantiannya.
Penantian mengenai suatu pinangan yang menjadi sebuah rahasia publik.
Kepada......para...ruh adam yang mungkin saat ini sedang panas daun telinga nya.
Aku hanya mau bercerita. Aku hanya mau berbagi suatu perasaan yang mengusik tidur-tidur malamku.
Jadi begini,aku yang saat ini senang menjadi perempuan-perempuan kalian. Tidur dalam dekapan hangat kalian. Bukan karena aku mau melahap nasib-nasib kalian. Tetapi ini karena seorang Adinda benci menebar pahit.
Jadi begini... Aku telah melabuhkan nasib-nasib rumitku kepada adam yang terkesan kurang manusia. Terhadap adam yang entah ruh romantisme nya kemana. Terhadap adam yang pulang dalam perasaan tenang. Ia pulang sehabis membolak-balikan perasaan seorang wanita jawi yang makan anggur asam tadi pagi.
Jadi begini,saat ini kalian memang sangat terbuai. Aku adalah apa yang kalian sebut sebuah sentra.
Aku hanya takut. Aku hanya mencemaskan perasaan tersembunyi ini...
Bagaimana bila....
suatu saat aku kelak akan sendirian...
Nama yang berselimut pendar biru.
Kepada ruh adam yang saat ini tak segan menggoda Adinda dalam masa penantiannya.
Penantian mengenai suatu pinangan yang menjadi sebuah rahasia publik.
Kepada......para...ruh adam yang mungkin saat ini sedang panas daun telinga nya.
Aku hanya mau bercerita. Aku hanya mau berbagi suatu perasaan yang mengusik tidur-tidur malamku.
Jadi begini,aku yang saat ini senang menjadi perempuan-perempuan kalian. Tidur dalam dekapan hangat kalian. Bukan karena aku mau melahap nasib-nasib kalian. Tetapi ini karena seorang Adinda benci menebar pahit.
Jadi begini... Aku telah melabuhkan nasib-nasib rumitku kepada adam yang terkesan kurang manusia. Terhadap adam yang entah ruh romantisme nya kemana. Terhadap adam yang pulang dalam perasaan tenang. Ia pulang sehabis membolak-balikan perasaan seorang wanita jawi yang makan anggur asam tadi pagi.
Jadi begini,saat ini kalian memang sangat terbuai. Aku adalah apa yang kalian sebut sebuah sentra.
Aku hanya takut. Aku hanya mencemaskan perasaan tersembunyi ini...
Bagaimana bila....
suatu saat aku kelak akan sendirian...
No comments:
Post a Comment