Friday, August 19, 2011

Gula

Saya hidup dalam satu lingkaran gula. Manis sekali. Hidup yang telah lama saya jalani,namun manisnya baru terasa saat ini. Entah mungkin selama ini ada rasa yang dengan tidak sengaja masuk dalam lingkaran ini,rasa yang entah datang dari mana,rasa yang beraliran negatif,.rasa yang membuat saya bertindak bagai keledai dungu tanpa telinga. haha bodoh! Namun saya setidaknya lebih cerdik ketimbang kancil. Dengan segenap keberanian (baiklah ini hanya sebesar jagung) saya menendang keluar rasa-rasa asing tak diundang itu. Memfilter kembali hidup saya agar lebih bersih. memfungsikan segala komponen nya dengan baik sebagaimana tempatnya. Sebuah transformasi apik yang pada akhirnya menyajikan manisnya "gula" yang selama ini mengelilingi hidup saya.Gula yang sempat tak terasa manisnya...
Namun,sekarang saya sadar,saya hidup diantara pemanis. Kasih sayang yang saya rasakan dari berbagai sudut. Semua seolah melambaikan tangan ketika saya berlalu. Semua seolah mau datang memeluk saat saya berada pada titik terbawah. Semua,semua pemanis itu adalah mukzizat paling besar.. Saya punya banyak pemanis, sebuah alasan yang menelurkan pemikiran bahwa "saya harus selalu hidup,tidak peduli dalam kehidupan seperti apa". Sebuah zat yang sepertinya dikirim Tuhan khusus untuk saya. Egois memang,namun saya benar-benar merasa memiliki mereka semua... Saya merasa sebuah keharusan membahagiakan pemanis-pemanis yang hadir seperti halo dan saya pusatnya... Saya tidak boleh mati dulu.
Dunia ini.....pernah menyajikan momok paling bengisnya kepada saya. Namun di perjalanan pulang usai menghadiri pertemuan dengan beberapa pemanis ,sebuah pemikiran muncul,angin malam membelai tak lagi menampar....Kota ini kenangan..Saya mungkin bisa kasih pemisalan satu saja..Sebuah halte...yang menjadikan saya ada pada puncak teratas kompetisi pembuatan film pendek.. Mereka,pemanis-pemanis itu,dulu berkumpul disitu. Membiarkan zat paling panas diatas ubun-ubun itu membakar...memeras peluh..Haus....keringat...dan semua bau kemenangan itu,masih tergambar jelas..saat yang sebagian tertawa kemudian yang lain menyahut dengan senyum...Sebuah ingatan segar yang saya syukuri datang pada malam hari ini. Dunia adalah ladang kebaikan. Dunia terlihat sangat baik kepada saya. Mereka  punya masing-masing simpulan senyum pada bibirnya....Mereka sang pemanis.

Kepada semua pemanis-pemanis yang saat ini ada. Percayalah bahwa kasih sayang ini adalah sebuah keabadian.... Saya datang dan kemudian akan kembali pergi...sebuah perjalanan panjang.......kemudian mengecap manisnya jejak gula yang kalian tinggalkan dalam hidup saya adalah sebuah bekal, sebuah pertolongan..
Terima kasih kepada Dia dan segala Keagungan Nya. Allah SWT...
Terima kasih banyak untuk semua pemanis...
Terima kasih untuk memberi saya sebuah pelajaran bersyukur :)

Bonne nuit......


No comments:

Post a Comment