Monday, August 1, 2011

Diantara

Dua hari aku terusik oleh lamunan panjang mengenai sebuah kekhawatiran. Mengenai sebuah kebingungan yang menelurkan sebuah tanda tanya besar,tak sampai menetas.. Mengenai dua adam yang bertingkah seperti kertas buram. Gusar. Entahlah ini bukan sebuah hal yang wajar memang... Aku yang seolah-olah salah namun tidak mau disalahkan. Adam dengan sebuah egoisme besar di dalam ruh kekarnya... Menghardik dalam sekelumit kalimat dengan nada kotor! Dia adalah apa yang sulit aku pahami semenjak purnama ke sepuluh. Stagnan. Selalu seperti itu. Ia adalah makhluk stagnan yang mengaku dinamis. Aku bahkan terus menerus diam selama ini,membiarkan ruh kekar berlalu dengan badai. Namun aku sampai kepada hal yang disebut jengah.Entah apa yang baru saja kau saksikan wahai ruh dengan jasad kekar. Aku dan apa? Mengapa kau begitu senang dengan kosakata kotormu?
Entah lah....aku dan apa yang tengah ku kandung dalam hati telah melakukan sebuah perjanjian kecil,persekutuan panjang yang telah kusepakati. sebuah teori "tidak peduli: yang harus senantiasa aku realisasikan dalam menghadapi adam dengan mata paling indah itu. Adam yang masih aku sayangi..namun harus ku pudarkan semua itu..harus...
Kepada kamu yang belum bosan beranjak dalam keheningan....Tidak pernah penat menebar bingung..ranah panjang penuh permainan yang kau ciptakan dalam kuas imajinasimu... Melukiskan sebuah kisah tanpa pegangan,sebuah kisah yang lebih memilih menggantung kepada banyak humani. Ada apa dengan 3 hari tanpa kabar itu? kau pasti melihat sesuatu..kau pasti menyadari sesuatu...entah ekor matamu menangkap apa,atau daun telinga mu yang menyimpulkan apa. Aku bergantung kepada seluruh pengharapanku... kamu tau maksudku...kamu belum bilang apapun...masih tetap diam dalam diam
Pada akhirnya lamunan ku harus menemui sebuah akhir... Aku dan semua kekhawatiran itu adalah aku dengan 50 persen kesalahanku...namun sebaiknya katakan apa itu...gusar adalah ketika kau berada dalam sebuah lalu lintas ramai tanpa seorang teman pun. Mendengar yang berbisik tanpa bisa menangkap sebuah wacana panjang....
Diantara senja dan malam...diantara kesal dan perasaan bersalah semu....diantara benci dan sebuah kasih sayang dalam kotak yang segera kukunci rapat...Diantara sebuah fusi dan realitas....Aku dengan segenap marah yang sedang kugenggam.... menghantarkan ketidakpedulian..setuju atau tidak aku lebih baik terpejam..

No comments:

Post a Comment