Friday, July 12, 2024

Kinandari

Aku menamainya Kinandari.

Kaki kecilnya ringan melenggang. Erat kugenggam tangannya. 

Sepasang bola mata coklat dengan binar sempurna. Merona pipinya.

Senyum itu kukenal. Tawa kecil yang terkenang. 

Oh, Kinandari..

Mula-mula kita berjalan lalu sampai danau, kamu peluk Mama erat-erat.

Sampai awan biru mendadak runtuh dan menjelma jadi langit-langit.

--

Sejenak bersamamu rasanya seperti mimpi. 

Kamu kekal, hidup selamanya dalam cerita.

--

Walau setelah kamu pulang, dunia tidak lagi sama.

Walau bertahan rasanya menyesakkan. 

Walau harus hidup dalam 2 realita, sementara hati tidak pernah berhenti berduka.

Walau banyak waktu Mama yang dipakai untuk merangkai kalimat pamit, berkali-kali.

--

Tapi Tuhan tidak ingkar janji, sampai masanya kita pasti sama-sama lagi :-)

28 Juni 2023 - ∞