Sampai pada masanya, kami sama-sama tidak sibuk minta pertolongan manusia untuk mempersatukan, mencari celah agar disadari keberadaannya, atau berkorban tanpa terlebih dahulu pikir panjang.
Kiblat kami sama, satu sentra. Hanya butuh kurang dari sepuluh menit setiap hari, merapal mantra.
Datang dengan ritme lambat tapi tidak menyakiti siapapun. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa kami akan terlibat dalam satu perjalanan. Biarpun begitu, kami tak lantas saling ganggu bertanya soal waktu.
Menyenangkan sekali :)
Jakarta, 1409
Kiblat kami sama, satu sentra. Hanya butuh kurang dari sepuluh menit setiap hari, merapal mantra.
Datang dengan ritme lambat tapi tidak menyakiti siapapun. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa kami akan terlibat dalam satu perjalanan. Biarpun begitu, kami tak lantas saling ganggu bertanya soal waktu.
Menyenangkan sekali :)
Jakarta, 1409
Keren ih..
ReplyDeleteSuwuun mas 🙏🏼
Deleteat least... i miss all the poem you write, glad you decide to update this wonderful blog of yours. cheers for all the pain that created it.
ReplyDeleteThaaanks! 😊🙏🏼
Delete