Friday, December 30, 2011

August 27th

 semua tentang mu kurangkai disini

Mungkin sedikit terlambat,tetapi nyatanya tak pernah terbatas waktuku untuk menulis tentang dirinya. Tak pernah penat aku menunggu kehadiran nya setiap malam,tak pernah lelah aku memperhatikan nya saat sedang asyik dengan video game favoritnya. Ia tak pernah terlihat begitu tua,dengan semua kawan karibnya ; plants vs zombies,bounce out,mystery case files,atau birds town... Ia tak pernah hidup untuk memperkenalkan jiwa nya yang telah lama bernafas,empat puluh empat tahun.
Ibuku... perempuan paling indah yang pernah aku temui di belahan dunia manapun
Kopi atau blackberry,dan semua kesenangan nya membuat kehadiran nya begitu lengkap.
Seorang pekerja keras yang tak pernah masuk dapur.
Dahulu,ia tinggal dalam ruang-ruang sempit nan dingin,harus jadi babu katanya demi secercah ilmu yang ia idam-idamkan.
Sekarang tak kuperkenankan ia untuk bekerja kasar layaknya ia yang dulu..
Aku selalu bahagia memandang matanya yang selalu tenang. Sekalipun ekor matanya tak pernah tak menatap masalah.

Aku hafal parfum itu
Aku hafal kacamata itu
Aku hafal asap rokok itu
Aku hafal wangi rambut itu
Aku hafal semua jeansnya
Aku hafal semua kausnya
Aku hafal semua kemejanya
Aku hafal semua warna jilbabnya


Kepadamu yang tak pernah penat memeluk
kepadamu yang tak pernah tak pulang untuk mendengarkan ceritaku
kepadamu yang rela menunda keberangkatanmu demi mendengar tangis yang tak tahu harus kulimpahkan pada siapa
kepadamu yang selalu diam disaat semua orang bergerak tak beraturan
kepadamu yang mempersilahkan aku datang ke bumi untuk menghirup nafas-nafas segar yang dianugrahi Tuhan
kepadamu sahabat yang rela mengandung dan berbagi makanan dengan ku
Aku mungkin lalai
Aku mungkin terkadang sudah tidur dan menutup pintu kamarku saat kau pulang
Aku mungkin menyesal sekarang
Tapi pagi ini dan pagi-pagi kemudian
pagi manapun yang Tuhan sediakan untukku
adalah waktuku untuk duduk bersamamu
bercengkrama sebelum kau kembali berkutat dengan semua kerumitan di jalan
sebelum kau berkutat dengan lebih banyak kopi,kertas,dan rokok

Kamu mengandung seluruh rasa suka,cinta,dan tangis malam ku.

kepadamu Ibu...

Kupersembahkan apapun yang lebih indah dari cinta...

Terima kasih,Bu....

Terima kasih Allah,telah melahirkan sosok hawa paling hebat pada bulan Agustus hari ke dua puluh tujuh









Wednesday, December 21, 2011

Dia

Membawa catatan kecil,teh hangat,dan beberapa potong roti kismis
untuk kemudian duduk di padang bungaku,menunggu keramahan badai yang tak pernah kusebut
sebuah malapetaka..
Menghantarkan bunga yang pasti ikut menari mengikuti alunan musik samar-samar...
aku akan bersenandung,pagi ini...

Kepada Dia yang tak kusebut dahulu namanya..
Dia yang bukan seorang bangsawan
Tidak datang dengan gemerlap mahkota dan deret prajurit..
Dia juga bukan lelaki dengan pedang bermata rubi
Tidak datang dengan kuda putih
Dia memang tak memetik gitar untuk membuat ku tersanjung
Dia tak bersyair
Dia tak menjadi yang tersohor atau yang pandai dalam panggung drama
Dia tak menulis bait puisi
Dia bukan mereka
Bukan lelaki manapun
Namun
Dia adalah melodi terindah dalam buku musikku
Dia adalah bait paling syahdu dalam puisi-puisi ku
Dia adalah lelaki yang selalu datang dengan wangi bunga kenanga
Dia adalah lelaki yang punya cangkang paling indah
Dia adalah pendar bulan yang selalu menerangi malam pekatku
Dia adalah adam yang tak pernah bosan kutunggu
Dia  adalah karya indah Tuhan
Melukiskan keindahan surgawi dalam sorot mata tajam
Dia adalah nama yang mungkin terukir dalam Lauhul Mahfudzku
Dia adalah lelaki yang menghentikan derai air mataku
Sebuah pemberian Tuhan yang akan selalu kudekap
Tak kulepas
Dialah lelakiku....

Untukmu yang telah menemaniku dan menjadi mimpi terindahku