Aku tak pernah paham dengan orang yang mengagumi api.
Mendewakan kata berani.
Mendamba panasnya, berharap tersulut, terbakar, meledak.
Lantas jadi apa? Abu?
Merah Marah.
Bukan kepada kamu tapi kalian.
Bosan melawan seribu suara, lelah bangkit merangkul rasa. Sia-sia
Mendewakan kata berani.
Mendamba panasnya, berharap tersulut, terbakar, meledak.
Lantas jadi apa? Abu?
Merah Marah.
Bukan kepada kamu tapi kalian.
Bosan melawan seribu suara, lelah bangkit merangkul rasa. Sia-sia
Kalian bajingan. Tengik. Keji.
Aku tak pernah paham dengan orang yang mengagumi api, hingga malam ini.
Menahan diri itu sesak. Memahami terkadang merusak.
Aku menjaga ratusan hati. Aku menggariskan rentang waktu hingga hampir mati. Kalian berulah, masuk merusak mengamuk.
Kalian bajingan. Tengik. Keji.
Menjadi abu masih lebih baik daripada menjelma jadi manusia tanpa rasa malu.
Sesal hanya permulaan. Lainnya yang ikut bukan tanggung jawabku, lagi.